1 Persia
Dari presentasi yang kelompok 11 sampaikan mengenai
matematika Persia terdapat ide pokok bahwa Persia yang sekarang disebut Iran
juga salah satu negara tempat berkembangnya matematika pada abad sebelum
masehi. Ilmu matematika berkembang di sini berawal dari dibangunnya House of
Wishdom (Graha Kebijaksanaan )yang merupakan perpustakaan berada di Baghdad. Di
Persia inilah para ilmuwan banyak terlahir dan memiliki peranan yang sangat
penting dalam proses perkembangan ilmu pengetahuan terutama di bidang ilmu
matematika. Ilmuwan ini sangat berpengaruh pada masa itu hingga membawa dampak
yang besar dalam pengaruhnya di bidang ilmu matematika.
ditambah lagi raja raja persia (Anhusiwan) yang menerima para cendekiawan yunani yang diusir dari kotanya untuk melestarika ilmu pengetahuan di persia, dan fasilitaspun diberikan anhusiwan kepada para ilmuwan
Pusat utama ilmu pengetahuan Persia adalah akademi Jundi Shapur. untuk mengembangkan ilmu ilmu pengetahuan saat itu, jundi shapur adalah sebuah akademi yang menjadi pusat pertukaran dan sinkretisme pengetahuan terbesar saat itu
Penemuan mereka dapat dipakai oleh masyarakat dunia bahkan hingga saat ini. selain itu ada tokoh tokoh isslam Seperti: Muhammad ibn Musa al-Khawarizmi (bidang Aljabar ), yang berhubungan dengan aljabar dan diteruskan oleh Omar Khayyam, Abu Wafa Muhammad Al-Buzjami (bidang Trigonometri), dan Abu Raihan Al-Biruni ( bidang Aritmatika Teoritis dan Praktis). Di sini tidak ada keterangan tentang model angka yang digunakan karena pada masa ini telah menggunakan angka dan metode penulisan yang sudah modern sebab masa ini sudah masuk setelah masehi.akan tetapi di Persia terjadi perkembangan angka atau sistem numerasi yang awalnya menggunakan simpul-simpul tali kemudian berkembang menjadi bilangan seperti sekarang ini.
ditambah lagi raja raja persia (Anhusiwan) yang menerima para cendekiawan yunani yang diusir dari kotanya untuk melestarika ilmu pengetahuan di persia, dan fasilitaspun diberikan anhusiwan kepada para ilmuwan
Pusat utama ilmu pengetahuan Persia adalah akademi Jundi Shapur. untuk mengembangkan ilmu ilmu pengetahuan saat itu, jundi shapur adalah sebuah akademi yang menjadi pusat pertukaran dan sinkretisme pengetahuan terbesar saat itu
Penemuan mereka dapat dipakai oleh masyarakat dunia bahkan hingga saat ini. selain itu ada tokoh tokoh isslam Seperti: Muhammad ibn Musa al-Khawarizmi (bidang Aljabar ), yang berhubungan dengan aljabar dan diteruskan oleh Omar Khayyam, Abu Wafa Muhammad Al-Buzjami (bidang Trigonometri), dan Abu Raihan Al-Biruni ( bidang Aritmatika Teoritis dan Praktis). Di sini tidak ada keterangan tentang model angka yang digunakan karena pada masa ini telah menggunakan angka dan metode penulisan yang sudah modern sebab masa ini sudah masuk setelah masehi.akan tetapi di Persia terjadi perkembangan angka atau sistem numerasi yang awalnya menggunakan simpul-simpul tali kemudian berkembang menjadi bilangan seperti sekarang ini.
2 Yunani
Pengaruh Yunani dalam ilmu matematika masuk melalui
kegiatan penerjemah. Tersebarnya ilmu pengetahuan di yunani ke dunia
dikarenakan adanya doktrin gereja yang dianut oleh kristen ortodoks yang
menuntut para ilmuwan haru berpindah kebudayaan.jika tidak mereka akan diusir
dari yunani, maka dari itu banyak sekali ilmuwan yang berpindah ke negara arab
dan Persia dengan membawa urusan ilmu pengetahuan, yaitu filsafat dan
matematika dikarnakan banyaknya aturan yang mengikat dari gereja gereja di
yunani.yang menyebabkan mereka tidak dapat mengembangkan pemikiran pemikiran
baru atau mengembangkan ilmu ilmu yang mereka kuasai dan pada akhirnya nanti cendekiawan ini berhijrah dan diterima raja raja persia untuk melestarika ilmu pengetahuan
Di zaman Yunani Kuno tidak ada papirus seperti
yang digunakan di Mesir dan juga tidak ada tanah liat seperti yang digunakan di
Babilonia. Perkembangan matematika yunani mengalami kemajuan yang pesat dimulai pada zaman besi sekitar abad ke-6 SM, dimana
peristiwa itu disebut “peradaban yunani atau yang dikenal dengan peradaban
Helenistik
Perkembangan matematika
baru dilakukan oleh ilmuwan yunani seperti Thales dan Phytagoras. Thales
belajar ke Mesir dan membawa pulang ilmunya kembali ke Yunani. Ilmu yang
dibawanya pulang, bagi orang mesir dianggap tidak memberikan pengaruh terhadap
perkembangan matematika, tetapi bagi orang yunani hal itu merupkan suatu awal
perkembangan yang luar biasa. Thales merupakan orang pertama yang menemukan
teori Geometri Demonstratif, membuat suatu pengukuran tidak langsung ketinggian
piramida besar dan mengukur seberapa jauh jarak kapal laut dari pantai.
Meskipun diakhir penemuannya, Thales tidak meninggalkan catatan tertulis berupa
buku atau sejenisnya, namun ia menempati urutan tertinggi ilmuwan dalam
kontribusi pengembangan geometri.
Selain Thales, Phytagoras juga menemukan
teorema phytagoras yang menyatakan bahwa kuadrat dari suatu segitiga siku-siku
adalah sama dengan jumlah kuadrat dari kaki kakinya. Walaupun fakta di dalam
teoremanya sudah banyak diketahui sebelum ia lahir yang sebelumnya saya bahas
di zaman mesir kuno. Tetapi tetap dikatakan ia sebagai penemunya karena ia yang
pertama kali membuktikan pengamatan itu secara matematis. Phytagoras juga
mendirikan sekolah yang fokus pada empat subyek belajar diantaranya aritmatika,
harmoni (musik), astronomi, dan geometri.
Nah itu dia ide pokok
sekilas sejarah matematika di zaman Yunani kuno dan Persia. Semoga bermanfaat.
Terimakasih. Kritik dan saran jangan lupa. Sampai bertemu di postingan
selanjutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar