HAI TEMAn TEMAn HAI pAK KUSAERI SELAKU DOSEn :) FILSAFAT PEND MATEMATIKA : Pandangan Aliran Formalisme dan Konstruktivisme tentang Matematika

Jumat, 06 Januari 2017

Pandangan Aliran Formalisme dan Konstruktivisme tentang Matematika



   Ternyata matematika itu ada aliran aliran nya loh guys , matematika bukan hanya hitung dan menghitung saja tetapi juga punya filosofi (sejarah) dan pandangan aliran tentang matematika
Untuk mengkaji lebih dalam lagi tentang matematika,ada beberapa pandangan dalam filsafat matematika disini saya akan membahas 2 aliran pandangan dalam matematika
yaitu pandangan aliran formalisme dan konstruktivisme.

PANDANGAN FORMALISME
            David Hilbert seorang matematikawan asal jerman berpendapat bahwa matematika itu hanya sebuah permainan simbolik dalam bentuk angka yang dimainkan diatas kertas,tetapi permainan tersebut tidak ada maknanya dan harus mengikuti aturan-aturan untuk memainkannya. Pandangan tersebut merupakan pandangan aliran formalisme.
Aliran formalisme mengganggap matematika sebagai ‘simbol’ yang dapat kita lihat dalam beberapa hal yang sudah ada dalam matematika seperti angka “tiga” disimbolkan dengan “3”, “penjumlahan” disimbolkan dengan + dan masih banyak lagi.
 Jadi,pandangan aliran formalisme ini lebih menekankan pada penggunaan sistem lambang yang formal dalam matematika.



PANDANGAN KONSTRUKTIVISME
         Student center, itu salah satu istilah yang mewakili pandangan konstruktivisme, ya,memang pembelajaran dengan sistem yang satu ini berbeda dari biasanya. Yaitu siswa harus mandiri untuk membangun pengetahuannya dan mengaplikasikannya dalam dunia nyata tanpa ada campur tangan dari guru pembimbing sistem pembelajaran inilah yang banyak diterapkan di kurikulum 2013 sekarang, Tujuan dari pandangan aliran konstruktivisme ini yaitu agar seseorang mampu berpikir secara mandiri,dan dapat mengembangkan konsep dan pengertian dari hasil pemikirannya tersebut. dalam pembelajaran matematika disekolah pandangan aliran konstruktivisme Sangat efektif jika dibandingkan dengan yg lain. Karena siswa mampu memahami secara detail, dan hasil pemikirannya sendiri, karena hasil pemikirannya sendiri maka siswa akan tidak cepat melupakan materi yang telah mereka pelajari saat itu. Dari pada ketika guru yang menerangkan dan siswa yang hanya duduk dan mendengarkan.

Sekian dulu kicauan saya kali ini. Semoga bermanfaat. Saya tetap menunggu kritik dan saran di kolom komentar. Terimakasih sudah main kesini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar